Jumat, 08 Januari 2016

FIKSI MINI: Malam Jumat yang Sepi

Peristiwa ini terjadi di Bandung malam Jumat kemarin, jam 9 malam lewat sedikit.

Pulang kerja, Dewi naik angkot yang sedang ngetem. Di dalam angkot ternyata dia cuma sendirian.
Malam itu sangat sepi, disertai hujan gerimis pula. Karena sudah menunggu terlalu lama, kemudian sopir menjalankan angkotnya.

Saking capeknya, Dewi mengantuk dan tertidur di dalam angkot.Dewi tak tahu berapa lama dia tertidur. Hanya saja, tepat di jalan sepi antara SMAN 5 - Jl. Belitung, Dewi terbangun.

Aneh. Angkot berjalan sangat pelan. Begitu melirik ke arah kemudi, Dewi kaget bukan alang kepalang. Ternyata angkot berjalan tanpa sopir !!!

Seketika Dewi menjerit: "Toloong, tooloong".

Dewi langsung membuka jendela. Dia mau minta pertolongan, siapa tahu ada yang lewat.
Saat mengeluarkan kepalanya, Dewi bertambah kaget, karena ada kepala yang nongol di belakang angkot sambil bicara: "Tong jejeritan wae Neng. Bantuan ngadorong. Angkotna mogok", kata sopir.

BOGOR: Pemulung Mandiri


PEMULUNG MANDIRI

Sebut saja Mang Udin. Dialah salah seorang pemulung sampah di sekitar komplek perumahan kami.
Tak tahan dengan kerasnya persaingan sebagai pengojek di Tanjung Priuk, sejak sepuluh tahun lalu Mang Udin banting setir dengan profesinya sekarang ini. Area perburuannya pun tak pernah jauh, ... ya di sekitar perumahan ini. Konon, dia berangkat dari rumah selepas solat subuh, dan kembali di rumah sebelum solat dzuhur, dengan membawa penghasilannya hari itu.

Hasil kerjanya ini senantiasa disyukurinya karena telah menghidupi keluarganya dengan seorang istri dan enam anak.

Ketika saya tanya apakah kehidupannya sekarang lebih susah dibanding sebelumnya, jawabannya "tidak". Dia bilang sama saja, karena harga jual hasil pulungannya juga naik dari sekitar Rp1.000-1.500/kg di tahun 2005 menjadi sekitar Rp3.000-4.000/kg sekarang ini. Itu adalah contoh harga plastik sejenis botol Aqua. Harga barang-barang lain pun (kertas, logam, dll) mengikuti trend-nya sendiri-sendiri.

Tentu saja, Mang Udin tidak sendirian. Setidaknya ada tiga pemulung lainnya yang sering saya temui setiap jalan kaki di pagi hari.

ASEAN: Mesin Pertumbuhan Baru Asia dan Dunia




ASEAN: Mesin Pertumbuhan Baru Asia dan Dunia
Oleh Tika Noorjaya

Judul Buku: Think New ASEAN!: Rethinking Towards ASEAN Economic Community
Penulis: Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Hooi den Huan.
Penerbit: McGraw Hill Education, 2015.
Tebal: (xvi + 247 halaman).
ISBN: 978-981-4595-16-2 atau MHID 981-4595-16-0

Melalui buku Megratends 2000 yang sangat fenomenal, John Naisbitt meramalkan bahwa Asia akan menjadi raksasa dunia. Kendati beberapa tahun kemudian ramalan tersebut dikritik habis karena terjadinya krisis Asia, ternyata belakangan ramalan tersebut banyak yang menjadi kenyataan.
Optimisme semacam itu kini lebih mengerucut ke kawasan ASEAN (Association of South East Asian Nations). Secara otoritatif, Philip Kotler – salah seorang penulis buku ini – sampai pada kesimpulan bahwa ASEAN adalah mesin pertumbuhan baru bagi Asia dan Dunia, seperti terpampang di bagian atas sampul buku ini. Pernyataan ini kiranya bisa “diamini” karena ASEAN adalah wilayah yang sangat dinamis dengan perubahan-perubahan bisnis yang sangat cepat dan berkelanjutan yang menarik perhatian bukan saja pihak-pihak di dalam ASEAN sendiri tetapi juga pihak-pihak di luar ASEAN. Wilayah ASEAN seluas 4.480.000 km2 dengan jumlah penduduk lebih dari 600 juta orang tak pelak merupakan pasar yang sungguh menjanjikan.
Buku ini memaparkan kajian melalui pendekatan pemasaran dan perkembangan teknologi. Secara ringkas di Bagian I (The New ASEAN Business Landscape) terdapat empat bab. Bab 1 mengulas dampak penggunaan ICT (Information and Communicvation Technology), Bab 2 tentang dampak globalisasi,Bab 3 tentang pemasaran di masa depan, kemudian Bab 4 membahas persaingan untuk memperebutkan pelanggan di ASEAN.
Bagian II (Winning in the New ASEAN) diuraikan melalui tiga bab: Juara Lokal pada Bab 5; Juara Lokal yang berkiprah di ASEAN (Bab 6), dan Bab 7 tentang sejumlah perusahaan multinasional yang berkiprah di ASEAN. Di bagian inilah, sejumlah perusahaan Indonesia ditampilkan sebagai contoh keberhasilan itu, antara lain Bank BRI, Telkomsel, Sosro (Local Champions), serta Kalbe Farma, PT Semen Indonesia, dan Telkom Indonesia (Local Champions Going ASEAN).
Adapun Bagian III (ASEAN Marketing in Practise) berisi Bab 8  (ASEAN Vision, Local Action) dan Bab 9 (Global Value, ASEAN Strategy, Local Tactics).
Jelaslah, buku ini amat penting bagi Indonesia yang hanya dalam hitungan hari, akan segera memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Masyarakat Ekonomi ASEAN
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan segera berlaku awal 2016 dimaksudkan untuk mendorong kemajuan pengelolaan negara di 10 negara anggotanya, mendorong integrasi, meningkatkan daya-saing dan memperbaiki taraf hidup rakyatnya. Tujuan tersebut tidak mungkin tercapai kalau ke-10 negara ASEAN tidak terhubung satu sama lain. Konektivitas di antara 10 negara sangat diperlukan agar komunitas masyarakat ASEAN bisa terbentuk. Mobilitas sumber-daya manusia, informasi, barang, jasa, dan modal di antara 10 negara ASEAN tidak akan terjadi tanpa adanya konektivitas (halaman 9).
MEA dibentuk berdasarkan tiga pilar kerjasama, yaitu kerjasama ekonomi, kerjasama politik dan keamanan, serta kerjasama sosial budaya (halaman 31). Dari kerjasama ini diharapkan akan menciptakan aliran modal, barang, jasa, dan manusia ke dalam pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal. Integrasi ini akan mengakselerasi perdagangan bebas, penyediaan fasilitas bisnis, peningkatan perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, serta mendorong minat investor asing untuk melakukan investasi di ASEAN.
Dengan dimulainya MEA pada awal 2016, persaingan di wilayah ASEAN akan meningkat bagi pemain lokal, regional maupun global. Di masa mendatang pesaing bisnis tidak harus datang dari industri yang sama. Di industri pelayanan, misalnya, perusahaan pesawat terbang tidak hanya bersaing dengan perusahaan angkutan udara lain, tetapi juga bersaing dengan penyelenggaraan telekonferensi, pengiriman dokumen yang instant, contoh-contoh yang bisa dikirimkan melalui email dan penggunaan digital maya yang lainnya.
Fenomena penggunaan digital semacam itu bisa dijelaskan sebagai tumbuhnya koneksi di antara manusia dengan menggunakan teknologi, di mana letak geografis menjadi tidak penting. Di ASEAN teknologi yang paling tinggi adalah internet dan HP (halaman 8). Pada tahun 2012 dari kesepuluh anggota ASEAN, Indonesia mempunyai peringkat pertama dalam hal jumlah penduduk, pemakai internet dan penggunaan Handphone.
Sejalan dengan lingkungan yang lebih bebas, persaingan di antara pelaku bisnis akan semakin ketat dan jumlah pesaing akan lebih banyak. Perusahaan-perusahaan lokal harus bersaing dengan perusahaan regional atau internasional dalam bisnisnya. Perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki daya-saing tinggi akan kesulitan apabila tidak bisa menyesuaikan diri. Perusahaan-perusahaan yang berpandangan jauh ke depan dan cepat mengadaptasi perubahan akan lebih menonjol di dalam persaingan tersebut.
Perusahaan-perusahaan yang proaktif memandang ke depan akan memiliki kinerja lebih baik dan umur lebih panjang daripada perusahaan yang hanya reaktif. Strategi baru harus dipilih secara tepat. Strategi baru ini dalam pelaksanaanya akan sangat mempengaruhi keberhasilan perusahan tersebut.
Tidak dapat dihindari bahwa pebisnis lokal harus mau belajar melihat situasi baru serta bersaing secara regional dan global. Lebih baik lagi kalau bisa mempertahankan dan meningkatkan daya saingnya.

Jumat, 01 Januari 2016

BOGOR: Kuntum Farm Field, Tajur


Kuntum Farm Field Bogor terletak di dalam kota Bogor, tak jauh dari Kebun Raya Bogor mengambil arah ke arah Tajur. Tempatnya bersih. Agak panas, karena itu pemilik agrowisata ini menyediakan topi ala pak tani.

Kuntum Farm Field diperuntukkan bagi semua kalangan (anak-anak maupun dewasa) dengan beragam kegiatan agro. Khusus di bidang pertanian, Kuntum Farm Field menyediakan kegiatan agro yang menarik, seperti: Pengenalan visual aneka tanaman (tanaman hias, tanaman buah, tanaman obat, tanaman perkebunan dan tanaman kehutanan). Selain itu, ada juga dengan kegiatan panen bersama (sayuran dan buah-buahan organik) dan memancing. Hasil panen dan memancing dapat dibawa pulang. Kegiatan yang paling disukai anak-anak adalah, saat kasih makan sapi, domba, marmut dan kelinci.



Kemarin panen singkong di Agrowisata Kuntum Farm Field, hari ini menjadi teman sarapan pagi, yang dinikmati seluruh keluarga dengan suka hati.

... Dan kita kurang peduli, bahwa di balik kenikmatan ini, ada Mang Budi yang telaten merawatnya sembilan bulan lebih.

Begitu pula bias pembangunan pertanian di negeri ini hampir untuk semua jenis komoditi, sehingga petani menjadi bagian yang terabaikan dalam upaya penyejahteraan petani sebagai pemilik negeri yang hakiki.

PADANGLAWAS, Sumut: Jembatan Gantung


JEMBATAN GANTUNG di Desa Sabahotang, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas, Sumatera Utara ini menghubungkan Desa Sabahotang dengan Desa Sigorbus Julu, yang relatif lebih maju.

Pemandangan Desa Sabahotang masih asli, indah dan asri. Namun kehidupan warganya memprihatinkan; kantor desanya saja menumpang di rumah kepala desa. Padahal, konon, desa ini sudah terbentuk pada zaman Belanda, sebagai lembaga adat.

DANAU TOBA: The ocean view in the montain climate.


DANAU TOBA adalah pesona alam Sumatera Utara.

Dengan luas sekitar 1.145 kilometer persegi, Danau Toba bagai potongan lautan yang diangkat ke angkasa lalu terdampar di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Itulah danau terluas di Asia Tenggara. Itulah danau terdalam di dunia, dengan kedalaman mencapai 450 meter.
Pulau Samosir yang berada di tengahnya, adalah keajaiban lainnya, dengan berbagai artefak budaya yang masih terjaga keasliannya.




It's interesting that you will enjoy the ocean view in the mountain climate.

Adapun budidaya ikan dalam jaring apung, ... kiranya hanya kesamaan belaka dengan danau-danau lainnya di Indonesia. Meskipun LSM dan para ahli lingkungan bersuara keras, ... mereka tak kuasa melawan kebiasaan penduduk yang terbiasa mencari nafkah di sana. Dalam dua kali kunjungan saya antara tahun 2005-2015, budidaya jaring apung tetap berlangsung. Dan para turis tetap saja datang berkunjung.

Selasa, 15 Desember 2015

YOGYAKARTA: Penyapu Jalan



PENYAPU JALAN

Dijalaninya titahnya sebagai penyapu jalan,
Tanpa keluh, ... walau tubuhnya yang rapuh tertinggal di rumah kumuh.
Sepenuh daya jalanan kota dibersihkan dari sampah dan kotoran,
Sementara hatinya tertambat pada tangisan sang anak yang lemas di pembaringan.
Dengan tubuh yang terbelah, dengan hati yang terpisah, dijalaninya titahnya sebagai penyapu jalan.

Bogor, 6 Desember 2015
(Interpretasi atas karya Harry Susanto, The Cleaning)